Sering “Ngik-ngik” Saat Bernapas? Yuk, Kenali Penyebabnya!

Marketing
28 August 2026
4 menit baca
Sering “Ngik-ngik” Saat Bernapas? Yuk, Kenali Penyebabnya!

Sleman — Suara “ngik-ngik” atau mengi saat bernapas kerap dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, suara tersebut dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada saluran pernapasan, terlebih jika muncul berulang dan disertai keluhan lain seperti sesak napas, dada terasa berat, atau tubuh mudah lelah saat melakukan aktivitas.


Mengi merupakan suara bernada tinggi yang dapat terdengar ketika seseorang menarik atau menghembuskan napas. Suara ini muncul karena udara melewati saluran pernapasan yang mengalami penyempitan. Ketika saluran pernapasan menyempit, aliran udara menjadi lebih terbatas sehingga menghasilkan suara yang terdengar seperti “ngik”.


Penyempitan saluran pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satunya adalah asma, yaitu gangguan pada saluran pernapasan yang dapat menyebabkan saluran napas menyempit dan menimbulkan gejala seperti mengi, sesak napas, batuk, serta rasa tertekan di dada. Mengi juga dapat ditemukan pada penderita PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis.


Munculnya suara mengi tidak selalu berarti seseorang menderita asma atau PPOK. Ada berbagai faktor lain yang dapat mempengaruhi saluran pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan suara napas yang muncul.


Kenali Gejala yang Menyertai

Suara “ngik-ngik” menjadi hal yang perlu lebih diperhatikan apabila muncul secara berulang atau disertai keluhan lainnya. Beberapa gejala yang dapat menyertai gangguan saluran pernapasan antara lain napas terasa sesak, dada terasa berat, batuk, hingga tubuh lebih cepat lelah ketika melakukan aktivitas.


Keluhan tersebut terkadang muncul secara perlahan sehingga seseorang dapat menganggapnya sebagai kondisi biasa. Misalnya, rasa mudah lelah setelah berjalan atau melakukan pekerjaan tertentu dianggap hanya karena kurang beristirahat. Padahal, apabila keluhan terjadi berulang dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.


Gangguan pernapasan juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas. Ketika proses pernapasan terganggu, tubuh dapat mengalami kesulitan dalam memperoleh dan mengalirkan udara secara optimal. Akibatnya, aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah mungkin terasa lebih berat.


Rasa lelah yang muncul terus-menerus juga dapat berdampak pada konsentrasi dan produktivitas. Seseorang mungkin menjadi lebih cepat kehilangan energi ketika bekerja, belajar, berolahraga, atau melakukan aktivitas rumah tangga.


Jangan Menunggu Kondisi Semakin Berat

Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah mengenali perubahan pada pola pernapasan sejak dini. Apabila suara mengi muncul berulang, terutama jika disertai sesak napas atau dada terasa berat, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab keluhan tersebut.

Pemeriksaan diperlukan karena gejala gangguan pernapasan dapat memiliki penyebab yang berbeda. Dengan mengetahui penyebabnya, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.


Masyarakat juga sebaiknya memperhatikan apakah keluhan pernapasan semakin sering muncul, terjadi ketika melakukan aktivitas tertentu, atau mengganggu tidur dan kegiatan sehari-hari. Informasi mengenai kapan gejala muncul dan keluhan apa saja yang menyertainya dapat membantu dokter dalam melakukan evaluasi.


Selain itu, menjaga kesehatan paru-paru juga penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara, menjaga kebugaran tubuh, serta memperhatikan kondisi kesehatan secara rutin merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan sistem pernapasan.


Konsultasi di Klinik Paru

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dan ingin mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, RS Condong Catur membuka layanan konsultasi melalui Layanan Klinik Paru bersama dr. R.A. Endah Soedjaro W., Sp.P., dokter spesialis paru.


Berdasarkan informasi pada unggahan RS Condong Catur, jadwal praktik tersedia pada Senin dan Rabu pukul 08.00–12.00, Selasa dan Kamis pukul 07.30–11.00 serta 16.00–18.00, Jumat pukul 07.30–10.00 serta 16.00–18.00, dan Sabtu pukul 10.00–12.00 dengan perjanjian.


Pemeriksaan oleh dokter spesialis dapat menjadi langkah untuk mengetahui penyebab munculnya suara mengi maupun keluhan pernapasan lainnya. Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi yang mendasari keluhan dapat diketahui sehingga penanganan dapat disesuaikan.


Suara napas yang terdengar “ngik-ngik” mungkin terlihat sederhana, tetapi jika terus berulang, jangan langsung menganggapnya sebagai gangguan biasa. Terlebih jika disertai sesak, dada terasa berat, atau mudah lelah saat beraktivitas.


Napasmu bersuara “ngik-ngik”? Jangan diabaikan, ya. Kenali gejalanya dan pertimbangkan untuk memeriksakan diri agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini!



Bagikan Artikel